# Mitos atau Fakta, Pakai Octan Booster Berbahaya untuk Kendaraan?

> Naiknya harga  nonsubsidi jadi penyebab sebagian besar konsumen beralih menggunakan .  Namun di balik harga yang lebih murah, ada konsekuensi yang juga harus dibayar, yakni nilai oktan yang tak sesuai kompresi mesin dan bisa berimbas menyebabkan  knocking.  Karena itu, pemilik kendaraan berupaya mencari jalan pintas salah satunya dengan menggunakan octan booster.  Namun banyak juga anggapan menggunakan octan booster bisa berdampak negatif bagi mesin. Benarkah demikian?  Menurut Dosen Konversi En

**Tags:** Tips & Trik
**URL:** https://zainiautomotor.com/mitos-atau-fakta-pakai-octan-booster-berbahaya-untuk-kendaraan

---


## Mitos atau Fakta, Pakai Octan Booster Berbahaya untuk Kendaraan?

Naiknya harga  nonsubsidi jadi penyebab sebagian besar konsumen beralih menggunakan .

Namun di balik harga yang lebih murah, ada konsekuensi yang juga harus dibayar, yakni nilai oktan yang tak sesuai kompresi mesin dan bisa berimbas menyebabkan *knocking.*

Karena itu, pemilik kendaraan berupaya mencari jalan pintas salah satunya dengan menggunakan octan *booster*.

Namun banyak juga anggapan menggunakan octan *booster* bisa berdampak negatif bagi mesin. Benarkah demikian?

Menurut Dosen Konversi Energi Otomotif Universitas Negeri Semarang Widya Aryadi, produk octan *booster* mengandung gas *treatment, fuel system cleaner*, dan zat aditif pembersih.

Naiknya nilai oktan akan berdampak pada perubahan rasio kompresi pembakaran. Dampak positif yang terjadi berupa *timing* waktu pembakaran tetap sesuai setelan.

Dengan begitu, kebutuhan pasokan bahan bakar tetap normal dan pas dengan perhitungan campuran udara.

"Nilai oktan yang lebih tinggi, sistem pembakaran mesin bekerja lebih baik. Apalagi ada kandungan zat aditif pembersih kerak ruang bakar. Nantinya, kalibrasi BBM akan menyesuaikan dengan tekanan akhir kompresi, *timing ignition*, dan air *fuel ratio*," ucapnya kepada , Selasa (16/8/2022).

Widya melanjutkan, kandungan zat aditif pembersih ruang bakar bisa berfungsi merontokkan sisa-sisa kerak residu deposit karbon. Sehingga, kerak itu akan terbakar bersama gas buang knalpot.

"Kandungan *cleaner* pembersih bisa menghancurkan kerak deposit karbon. Kalau sudah bersih, sistem pembakaran yang sempat berubah, kembali normal," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bengkel Toyota Nasmoco Majapahit Semarang Bambang Sri Haryanto mengatakan, sesuai buku pedoman pemilik kendaraan, pabrikan tak merekomendasikan penggunaan octan *booster.*

Menurutnya, kandungan zat aditif BBM setiap produk octan *booster* berbeda. Belum diketahui pasti dampak negatif yang akan terjadi pada mesin.

"Karena tidak ada hasil uji lab, apa sajakah kandungan zat aditif atau senyawa kimia yang ada dalam produk octan *booster*," ucapnya.
