# Menguji Keandalan Suzuki XL7 Melibas Tol Trans-Jawa

> Usai menelurusi kesiapan infrastruktur di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), tim  Trans-Jawa langsung bertolak menuju Cirebon untuk memantau jalur mudik menuju Jawa Tengah hingga Jawa Timur.  Tim  masih menggunakan . Mobil yang bermain di segmen sport utility vehicle (SUV) menggendong mesin K15B DOHC dengan kubikasi murni 1.462 cc, terbilang bisa diandalkan.  Mesin tersebut mampu memproduksi daya sebesar 103 tk pada 6.000 rpm. Sedangkan torsi mencapai 138 Nm pada putaran 4.400 rpm. Angka tersebu

**Tags:** Tes
**URL:** https://zainiautomotor.com/menguji-keandalan-suzuki-xl7-melibas-tol-trans-jawa

---


## Menguji Keandalan Suzuki XL7 Melibas Tol Trans-Jawa

Usai menelurusi kesiapan infrastruktur di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), tim  Trans-Jawa langsung bertolak menuju Cirebon untuk memantau jalur mudik menuju Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Tim  masih menggunakan . Mobil yang bermain di segmen sport utility vehicle (SUV) menggendong mesin K15B DOHC dengan kubikasi murni 1.462 cc, terbilang bisa diandalkan.

Mesin tersebut mampu memproduksi daya sebesar 103 tk pada 6.000 rpm. Sedangkan torsi mencapai 138 Nm pada putaran 4.400 rpm. Angka tersebut cukup untuk melibas berbagai kondisi jalan tes yang dilewati awak redaksi.

Kebetulan unit yang kami bawa untuk melintasi Trans-Jawa merupakan varian Alpha dengan transmisi matik.

Bahkan dengan membawa lima penumpang dewasa beserta barang-barang di bagasi, XL7 masih nyaman mengantarkan awak redaksi ke Cirebon.

Pengalaman menarik lainnya adalah saat mengajak XL7 bermanuver melintasi jalur berkelok menuju Cirebon. Status dengan ground clearance yang cukup tinggi ternyata tak membuat XL7 terlalu mengalami gejala limbung.

Gejala limbung dan body roll memang bisa direduksi yang membuat  baru memiliki sisi handling lebih baik.

Kondisi ini pun menjadi salah satu poin lebih yang menandakan XL7 makin nyaman digunakan di jalan beraspal dan beton seperti permukaan di sepanjang .

Dengan total jarak tempuh sekitar 900 kilometer dari Jakarta dan menyinggahi beberapa kota besar hingga akhirnya tiba di Cirebon.

Adapun untuk konsumsi bahan bakar, setelah menempuh perjalan jauh membawa lima orang penupang dewasa serta barang bawaan dan beragam medan serta variasi gaya berkendara,  mendapatkan angka sebesar 12,6 kpl.
