# Ladies, Ini Tips Nyetir Aman dari Rifat Sungkar

> Tips Aman Mengemudi untuk Wanita: Hilangkan Stereotip 'Clumsy Driver' di Jalan Raya Stereotip negatif tentang perempuan sebagai pengemudi yang ceroboh masih melekat kuat di masyarakat. Meme-meme yang menertawakan kecerobohan perempuan di jalan seringkali kita jumpai, seolah mengamini bahwa perempuan memang kurang cakap dalam mengemudi. Padahal, semua pengemudi, baik laki-laki maupun perempuan, berhak atas keselamatan dan kenyamanan di jalan raya.  Untuk melawan stereotip ini dan meningkatkan kes

**Tags:** Tips & Trik
**URL:** https://zainiautomotor.com/ladies-ini-tips-nyetir-aman-dari-rifat-sungkar

---


## Ladies, Ini Tips Nyetir Aman dari Rifat Sungkar

![](https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2025/08/27/rifat-sungkar-1756259465394.jpeg?w=700&q=90)

# Tips Aman Mengemudi untuk Wanita: Hilangkan Stereotip 'Clumsy Driver' di Jalan Raya

Stereotip negatif tentang perempuan sebagai pengemudi yang ceroboh masih melekat kuat di masyarakat. Meme-meme yang menertawakan kecerobohan perempuan di jalan seringkali kita jumpai, seolah mengamini bahwa perempuan memang kurang cakap dalam mengemudi. Padahal, semua pengemudi, baik laki-laki maupun perempuan, berhak atas keselamatan dan kenyamanan di jalan raya.

Untuk melawan stereotip ini dan meningkatkan keselamatan berkendara bagi para wanita, Rifat Sungkar, pembalap nasional sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, membagikan sejumlah tips penting. Tips ini tidak hanya bermanfaat bagi pengemudi wanita, tetapi juga relevan untuk semua pengemudi yang ingin meningkatkan kesadaran dan kemampuan berkendara mereka.

## Sensitivitas Kecepatan: Kunci Utama Keselamatan Berkendara

Salah satu poin utama yang ditekankan Rifat adalah pentingnya menyadari kecepatan kendaraan. "Laki-laki dan perempuan punya hak yang sama di jalanan. Tapi secara alami perempuan itu lebih tidak sensitif mengenai kecepatan. Jadi dia lebih tidak bisa men-judge ini pelan atau kencang. Jadi hal itu yang harus lebih diperhatikan," ujarnya.

Sensitivitas terhadap kecepatan bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan secara instan. Butuh latihan dan fokus yang konsisten. Ibarat seorang atlet yang melatih refleks dan instingnya, pengemudi juga perlu melatih kepekaan terhadap kecepatan agar dapat mengambil keputusan yang tepat saat berada di jalan.

**Tips Meningkatkan Sensitivitas Kecepatan:**

- **Fokus Penuh Saat Mengemudi:** Hindari gangguan seperti telepon, makan, atau berdandan saat mengemudi. Jadikan mengemudi sebagai *full-time job* selama Anda berada di balik kemudi.
- **Perhatikan Spidometer Secara Berkala:** Biasakan diri untuk melirik spidometer secara berkala agar Anda selalu mengetahui kecepatan kendaraan Anda.
- **Rasakan Perbedaan Kecepatan:** Cobalah untuk merasakan perbedaan antara kecepatan rendah, sedang, dan tinggi. Perhatikan bagaimana kendaraan Anda merespons pada setiap kecepatan.
- **Antisipasi Kondisi Jalan:** Perhatikan kondisi jalan di depan Anda. Apakah ada tikungan, tanjakan, atau potensi bahaya lainnya? Sesuaikan kecepatan Anda dengan kondisi jalan yang ada.
- **Berkendara Defensif:** Selalu waspada terhadap potensi bahaya dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain.

## Mengemudi Aman Bersama Keluarga: Prioritaskan Keselamatan Anak

Bagi para ibu yang sering mengemudi bersama anak-anak, Rifat mengingatkan pentingnya membiasakan budaya keselamatan dalam berkendara bersama keluarga. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah posisi duduk anak dan penggunaan fitur keamanan yang tepat.

**Tips Mengemudi Aman Bersama Anak:**

- **Anak di Bawah 12 Tahun Sebaiknya Duduk di Belakang:** Anak-anak dengan usia di bawah 12 tahun sangat disarankan untuk duduk di kursi belakang. Hal ini karena sistem *airbag* yang dirancang untuk orang dewasa dapat berbahaya bagi anak-anak yang tulangnya belum kuat.
- **Perhatikan Posisi *Safety Belt*:** Tinggi badan anak sangat menentukan posisi *safety belt*. Jika *safety belt* mengenai wajah anak, jangan biarkan anak duduk di depan meskipun usianya sudah mencukupi.
- **Jaga Jarak Aman dari *Airbag*:** Posisi duduk anak yang terlalu dekat dengan *airbag* juga berbahaya. Ledakan *airbag* dengan kecepatan lebih dari 200 km/jam dapat melukai anak jika terjadi benturan.
- **Gunakan *Safety Belt* di Kursi Belakang:** Banyak orang menganggap *safety belt* hanya penting untuk penumpang di kursi depan. Padahal, penumpang di kursi belakang juga wajib menggunakan *safety belt* karena lebih rentan terhadap cedera jika terjadi kecelakaan.
- **Gunakan Kursi Khusus Anak (*Child Seat*)**: Pastikan anak balita atau bayi menggunakan kursi khusus anak (*child seat*) yang sesuai dengan usia dan berat badan mereka.

## Menghilangkan Stereotip dan Meningkatkan Keselamatan Berkendara

Tips-tips yang diberikan Rifat Sungkar bukan hanya sekadar saran teknis, tetapi juga upaya untuk mengubah paradigma dan menghilangkan stereotip negatif terhadap pengemudi wanita. Dengan meningkatkan kesadaran, fokus, dan pemahaman tentang keselamatan berkendara, semua pengemudi, baik laki-laki maupun perempuan, dapat berkontribusi dalam menciptakan jalan raya yang lebih aman dan nyaman untuk semua.

Mari bersama-sama wujudkan budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab, serta hilangkan stereotip 'clumsy driver' dari benak kita. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama.
