# Alasan Daihatsu Belum Mau Pasang Double Blower di New Sigra

> -   baru saja mengalami peremajaan tampilan alias facelift. Faktanya, masih banyak fitur lawas yang masih dipertahankan alias tidak berubah.  Salah satunya adalah pendingin kabin alias  (). New Sigra hanya memiliki AC pada baris paling depan saja.  Sementara untuk baris kedua,  dilengkapi dengan AC dan masih mengandalkan kipas biasa yang disebut dengan air circulator.  Hari Wicaksono, Marketing Product 2 Department Head PT  (), mengatakan, dalam merancang atau mengembangkan produk, faktor utama

**Tags:** Mobil
**URL:** https://zainiautomotor.com/alasan-daihatsu-belum-mau-pasang-double-blower-di-new-sigra

---


## Alasan Daihatsu Belum Mau Pasang Double Blower di New Sigra

-   baru saja mengalami peremajaan tampilan alias facelift. Faktanya, masih banyak fitur lawas yang masih dipertahankan alias tidak berubah.

Salah satunya adalah pendingin kabin alias  (). New Sigra hanya memiliki AC pada baris paling depan saja.

Sementara untuk baris kedua,  dilengkapi dengan AC dan masih mengandalkan kipas biasa yang disebut dengan air circulator.

Hari Wicaksono, Marketing Product 2 Department Head PT  (), mengatakan, dalam merancang atau mengembangkan produk, faktor utama yang Daihatsu lakukan adalah mendengar suara konsumen.

"Untuk Astra , kalau kita cek dari hasil riset kita, mayoritas  membeli Sigra adalah karena harga. Kedua, karena konsumsi bahan bakar. Baru setelah itu gaya eksterior dan interior," ujar Hari, saat peluncuran New Sigra, di Summarecon Mall Bekasi, Kamis (7/7/2022).

Dengan dua alasan tersebut, menurut Hari, saat ini masih mengakomodir harga, sehingga tetap menjadi best value. Namun, tidak menutup kemungkinan jika ke depannya New Sigra akan dilengkapi dengan double blower.

"Jika ke depannya tren konsumen berubah, suara konsumen berubah, yang ingin ditambah adalah double blower, kami pasti akan mempertimbangkannya," kata Hari.

Selain itu, Hari menambahkan, mengingat Sigra adalah  () atau Kendaraan Hemat Energi dan Harga Terjangkau (), maka ada batas atasnya juga terkait harga.

"Faktor-faktor penambahan fitur, kita harus melihat dengan seksama, harus disesuaikan dengan suara konsumen. Sebab, jika penambahan fitur tidak sesuai dengan suara konsumen, itu akan berdampak pada naiknya harga. Akhirnya, akan melebihi batas atas yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," ujarnya.
